Wirausaha Kerajinan Bahan Keras Nusantara

By | November 4, 2018

Wirausaha kerajinan bahan keras – Pernahkah anda berpikir bagaimana cara memperoleh konsumen yang banyak dan tak perlu modal besar? Tentu ini sangat berpengaruh sekali dalam hal bisnis anda.

Peluang usaha kerajinan bahan keras sangat banyak dan mudah untuk diperoleh dilingkungan sekitar, mulai dari bahan kayu, logam, bambu rotan dan batu. Anda bisa memanfaatkan material disekitar anda ini menjadi produk yang lebih bernilai. Kualitas produk dan peluang kewirausahaan karya kerajinan bahan keras dianggap mampu menyaingi produk-produk modern jaman sekarang.

Pengusaha kerajinan bahan keras harus mempunyai strategi yang sangat ampuh untuk mempromosikan hasil karyanya. Seorang wirausaha kerajinan bahan keras harus mempunyai perencanaan usaha yang baik.

Wirausaha di Bidang Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan bahan keras dan wirausaha ini saling berkaitan satu sama lain. Bila tidak ada salah satunya anda bisa saja mengalami kegagalan dalam menekuni nya. Berikut adalah aspek-aspek perencanaan usaha produk kerajinan bahan keras yang baik.

1. Aspek produksi.

  • Produksi adalah rangkaian kegiatan membentuk, mengubah, dan menciptakan untuk meningkatkan nilai suatu produk. Adapun beberapa hal yang harus dalam proses produksi, antara lain sifat proses produksi yang terus menerus atau berdasarkan jumlah pesanan, jenis dan mutu produksi, jenis produknya, serta pengendaliar proses produksi.
  • Bahan baku adalah bahan utama atau bahan pokok dan merupakan komponen utama dari suatu produk, misalnya produk kursi kayu rotan bahan bakunya adalah rotan.

Baca juga : Mengidentifikasi Jenis Dan Contoh Produk Kerajinan Bahan Keras Nusantara

2. Aspek pemasaran, meliputi harga, lokasi, promosi, dan distribusi. 

3. Aspek keuangan. 

  • Sumber internal, meliputi tabungan sendiri, setoran dari pemegang saham, menjual barang yang kurang produktif, menjual barang yang menguntungkan, serta fasilitas/tempat milik sendiri, seperti tanah dan bangunan.
  • Sumber eksternal, meliputi perbankan, lembaga keuangan nonbank, perorangan, dan lain-lain.
  • Proyeksi atau rancangan keuangan, meliputi neraca harian, laporan Iaba/rugi, laporan arus kas, dan analisis modal.

4. Aspek organisasi

Meliputi tenaga kerja. Jenis tenaga kerja yang digunakan pada dasarnya terdiri dari tenaga kerja upahan dan tenaga kerja keluarga.


5. Stuktur organisasi

Struktur organisasi sederhana hanya memiliki dua tingkatan, yaitu pemilik dan pekerja. Perusahaan kecil dengan satu produk atau beberapa produk lain yang saling berhubungan biasanya menggunakan struktur organisasi sederhana seperti ini. Dalam struktur organisasi sederhana, pemilik perusahaan cenderung mengambil semua keputusan penting secara sendiri serta terlibat langsung dalam setiap tahap kegiatan perusahaan.

Baca juga: Perencanaan Proses Produksi Kerajinan dari Bahan Keras

6. Analisis break-even point (BEP) usaha produk kerajinan

Analisis BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau investasi usaha. BEP adalah suatu keadaan di mana usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian (titik impas). Suatu usaha dikatakan layak jika nilai BEP produksi lebih besar daripada jumlah unit yang sedang diproduksi saat ini dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini.

Ini adalah beberapa aspek terkait dengan kerajinan bahan keras nusantara. Kesimpulannya adalah peluang kewirausahaan karya kerajinan bahan keras sangat luas dan mudah diperoleh.

Bila anda mempunyai minat dan bakat dalam hal kerajinan. Maka wajib anda untuk mencoba berkarya kerajinan bahan keras. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *