Teori Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

By | Agustus 7, 2018

Teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia – Asal usul bangsa sendiri haruslah diketahui oleh semua penghuni yang mencakup bangsa Indonesia ini. Banyak yang muncul pertanyaan seputar para pendapat ahli tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia. Spekulasi bermunculan mengenai ini. Ada yang pro dan ada juga yang sedikit kontra dengan beberapa pendapat para pakar.

Terutama dikalangan sekolah yang sudah mulai ada pelajaran tentang sejarah Indonesia yang siswanya diwajibkan untuk bisa mempelajarinya dan mengingatnya kelak. Dari sinilah mulai timbul beberapa pertanyaan mengenai apa sih pendapat para ahli mengenai asal usul nenek moyang bangsa kita ini? Apa sih menurut para ahli bangsa kita ini. Simak selengkapnya dibawah ini.

Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia menurut Para Ahli

Untuk apa sih kita belajar sejarah kaya gini? Apa manfaatnya? Kita sebagai manusia yang berilmu tentu sepatutnya tidak melupakan sejarah panjang mengenai asal mula kita berasal hingga sampai saat ini di Indonesia. Merekalah cikal bakal keberadaan kita di sini, tentu kita harus tahu melalui sebuah pengetahuan. Berikut adalah Pendapat para ahli mengenai Asal Usul Nenek Moyang bangsa Indonesia.

Teori Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Teori Pendapat menurut Max Muller

Menurutnya bahwa bangsa Indonesia  berasal dari daerah Asia Tenggara. Pendapat ini bisa dikatakan lebih spesifik. Namun, pendapat Muller ini tidak didukung dengan alasan yang jelas.

Teori Pendapat menurut Mens

Memiliki pendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari bangsa Mongol. Mengapa bangsa Mongol? Karena mereka terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat. Kemudian berlari menuju ke selatan dan masuklah ke Indonesia.

Teori Pendapat menurut Sultan Takdir Alisyahbana

Menurutnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang berasal dari Melayu karena memiliki kesamaan di rumpun bahasanya.

Teori Pendapat menurut Gorys Kraf

Menurutnya Indonesia kebudayaannya lebih tinggi daripada yang kebudayaan di wilayah sekitarnya. Ini berarti induknya berasal dari Indonesia.

Teori Pendapat menurut Harry Truman Simandjutak

Menurutnya bahwa bahasa yang banyak digunakan dan dipakai di Indonesia berasal dari Bahasa Austronesia yang induknya berada di Pulau Formosa, Taiwan.

Teori Pendapat menurut Robert Barron van Heine Geldern

Pendapat Van Heine Geldern sebetulnya tak jauh beda dengan pendapat Kern. Ia menganggap jika bahasa Indonesia adalah bahasa yang berasal dari Asia Tengah. Kendati lebih baru dibanding dengan teori yang diajukan Kern, pendapat dan teori Geldern lebih dapat dipercaya karena didukung oleh penemuan beberapa artefak, dan benda-benda sejarah lainnya yang ditemukan di Indonesia memiliki kesamaan dengan benda-benda sejarah yang ditemukan di daratan Asia.

Teori Pendapat menurut Hogen

Hogen berpendapat bahwa bangsa yang menghuni pesisir Melayu berasal dari Sumatra. Bangsa ini tercampur dengan bangsa Mongol yang selanjutnya disebut bangsa Proto-Melayu dan Deutro Melayu. Bangsa proto-Melayu menyebar di wilayah Indonesia sekitar tahun 3000-1500 Sebelum Masehi, sedangkan Deutro Melayu menyebar di wilayah Indonesia sekitar tahun 1500-500 Sebelum Masehi.

Teori Pendapat menurut Moh. Ali

Drs. Moh. Ali beranggapan bahwa asal usul nenek moyang bangsa Indonesia bersumber dari daerah Yunan, Cina. Anggapan ini dipengaruhi oleh pendapat Mens yang menyebut jika bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat kala itu. Mereka kemudian  pindah ke selatan, ke pulau-pulau di Austronesia termasuk  Indonesia. Ali berpendapat jika nenek moyang orang Indonesia berasal dari hulu sungai besar yang berada di daratan Asia, mereka berdatangan ke Indonesia dengan cara bergelombang.

Gelombang pertama berlangsung sejak 3.000 sampai 1.500 SM (Proto Melayu) sedangkan gelombang kedua terjadi pada 1.500 sampai 500 SM (Deutro Melayu). Ciri-ciri kelompok yang datang pada gelombang pertama adalah mereka masih berkebudayaan Neolitikum dengan tipe perahu bercadik-satu sebagai alat transportasi menyeberangi lautan, sedangkan orang-orang gelombang kedua memakai perahu bercadik-dua.

Baca juga : Sejarah Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Singkat

Teori Pendapat menurut Prof. Dr. N.J. Krom

Prof. Dr. Krom mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia adalah keturunan asli orang-orang China Tengah. Hal ini didasari pemikiran sederhana, yaitu karena di Cina Tengah banyak sekali terdapat sungai besar. Sebagian dari mereka menyebar ke seluruh kawasan Indonesia pada zaman batu tua (sekitar 2.000 SM sampai 1.500 SM).

Teori Pendapat menurut J.L.A. Brandes

Brandes berpendapat bahwa bangsa yang menghuni kepulauan Indonesia memiliki persamaan-persamaan yang banyak dengan bangsa-bangsa yang datang dari daerah sebelah utara Pulau Formosa, bagian barat daerah Madagaskar, bagian selatan yaitu Jawa dan Bali, serta sebelah timur sampai ke tepi Pantai Barat Amerika. Brandes meneliti berdasarkan perbandingan bahasa.

Teori Pendapat menurut Mayundar

Mayundar berpendapat bahwa bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia berasal dari India, kemudian menyebar ke Indonesia terus menyebar ke daerah Indonesia dan Pasifik. Pendapat Mayundar ini perkuat oleh penelitian berdasarkan bahasa Austria yang merupakan bahasa muda di India Timur.

Teori Pendapat menurut Prof. Dr. Muh. Yamin

Berpendapat bahwa asal bangsa Indonesia dari daerah Indonesia sendiri. Bahkan, dimungkinkan bangsa-bangsa lain yang berada di Asia berasal dari bangsa Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil-fosil dan artefak tertua yang lebih lengkap ditemukan di wilayah Indonesia. Muh. Yamin menentang semua pendapat yang dikemukakan para ahli. Pendapat Muh. Yamin ini didukung oleh suatu pernyataan tentang Blood und Breden Unchro yang memiliki arti “Darah dan tanah bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri”.

Teori Pendapat menurut Dr. J.H. Kern

Berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Pendapatnya ini berdasarkan perbandingan bahasa, karena bahasa-bahasa yang dipakai dikepulauan Indonesia adalah Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia berasal dari satu akar yang sama yaitu bahasa Austronesia.

Menurutnya berdasarkan penelitian terhadapa penggunaan bahasa yang dipakai di berbagai kepualauan, bangsa Indonesia berasal dari satu daerah yang menggunakan bahasa yang sama yaitu bahasa Champa dan agak ke utara yaitu Tonkin.

Namun sebelum sampai di Nusantara, daerah Indonesia terlebih dahulu ditempati oleh bangsa yang berkulit hitam keriting. Bangsa-bangsa tersebut hingga saat ini masih menghuni daerah Indonesia bagian timur dan daerah-daerah di Benua Australia.

Baca juga : Teori Masuknya Islam ke Indonesia Lengkap

Sementara itu, sekitar tahun 1500 Sebelum Masehi nenek moyang bangsa Indonesia yang berada di Champa terdesak oleh bangsa lain di Asia Tengah yang lebih kuat. Dikarenakan terdesak, ahirnya nenek moyang bangsa Indonesia pindah ke Kamboja kemudian melanjutkan perjalanan ke Sumatra, Kalimantan, Jawa, Minahasa, dan daerah-daerah di sekitarnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, bangsa-bangsa yang mendiami kepulauan Nusantara telah membentuk komunitas sendiri sehingga mendapat sebutan tersendiri seperti di daerah Aceh disebut suku Aceh, di Kalimantan disebut suku Dayak, di Jawa Barat disebut suku Sunda, dan di Sulawesi disebut suku Bugis. Kemudian bangsa yang berkulit hitam bercampur dengan suku bangsa yang baru datang tersebut berkembang menjadi bangsa Indonesia sekarang ini.

Teori Pendapat menurut Willem Smith

Willem Smith membutuhkan waktu banyak untuk berpendapat mengenai asal usul nenek moyang bangsa Indonesia ini. Willem Smith ini melakukan identifikasi terhadap bahasa yang digunakan oleh bangsa-bangsa di sekitar Asia. Berdasarkan penelitiannya, ia mengelompokkan bahasa disekitar Asia menjadi 3 bagian, yaitu bahasa Jerman, bahasa Austria, dan bahasa Togon. Indonesia, Melanesia dan Polinesia termasuk kedalam golongan penggunaan bahasa Austria.

Teori Pendapat menurut Prof. Dr. Sangkot Marzuki

Menurutnya bahwa jika Nenek Moyang Bangsa Indonesia memiliki asal usul yang berkaitan dengan Austronesia dataran Sunda. Pendapat ini ia dapatkan dari pendasaran mengenai penelusuran terkait dengan DNA fosil-fosil manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia. Atas dasar itu, Prof. Marzuki ini kemudian menyanggah pendapat Van Hein Golden yang menyebut jika Nenek Moyang Bangsa Indonesia berasal dari Yunan (China).

Fosil temuan jenis Homo Erectus dan Pithecanthropus Erectus yang telah ditemukan saat itu tidak memiliki signifikasi dengan DNA manusia Indonesia zaman sekarang. Menurutnya, mereka punah dan diganti oleh manusia species baru, yang berasal dari Afrika.

Demikianlah artikel tentang teori asal usul nenek moyang yang paling tepat. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *