Sumber Daya Usaha Kerajinan Tekstil

By | Juni 26, 2018

Sumber daya usaha kerajinan tekstil – Ketika kita membicarakan sumber daya usaha kerajinan tekstil pasti akan berhubungan dengan manajemen.

Manajemen dapat diartikan sebagai usaha mengoordinasikan semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Hal yang diatur dalam manajemen adalah keterkaitan semua unsur yang ada di dalamnya. Unsur tersebut sering disingkat 6M, yakni man, money, methods, materials, machine, dan market.

Lalu apa dan bagaimana uraian mengenai 6M itu? Perhatikan uraian berikut ini dengan seksama.

1. Man (SDM)

Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan.

Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.

2. Money (uang)

Money atau uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan.

Oleh karena itu, uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli, serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

3. Materials (materi)

Materi terdiri atas bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana.

Materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

4. Machines (mesin)

Machine atau mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.

5. Method (metode)

Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan.

Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedian dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha.

Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

6. Market (pasar)

Memasarkan produk sudah tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar (menyebarkan hasil produksi) merupakan faktor yang sangat menentukan.

Agar pasar dapat dikuasai, kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli konsumen. Pembagian kerja tugas, dan tanggung jawab akan membentuk kerja sama dan keterikatan formal dalam suatu organisasi. Segala pekerjaan yang berat dan sulit akan dapat diselesaikan dengan baik serta tujuan yang diinginkan tercapai. Oleh karena itu, manusia membutuhkan manajemen.

Agar kita dapat menerapkan manajemen dalam produksi kriya tekstil, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan.

a. Tujuan dan kepentingan yang akan dicapai.
b. Kerja sama diantara sekelompok orang.
c. Pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur.
d. Wewenang dan tanggung jawab dari setiap individu anggota.
e. Koordinasi, integrasi, sinkronisasi dari proses manajemen tersebut.
f. Komunikasi yang terjalin dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *