8 Organisasi Bentukan Jepang Di Indonesia

By | September 21, 2019

Karena sedang terjadi perang Asia Pasifik versus Sekutu, Jepang mulai memperkuat pertahanannya dengan membangun organisasi di Indonesia. Sebagian besar AD ART organisasi bentukan Jepang ini berhubungan dengan kesiapan rakyat untuk membantu memenangkan negeri Samurai dalam peperangan tersebut.

Pada satu sisi, kebijakan ini melambangkan arogansi kolonial di kala itu dengan mengorbankan rakyat awam. Namun, di sisi lain, akibat organisasi inilah, para pemuda menjadi paham tentang strategi militer modern.

Organisasi Bentukan Jepang di Nusantara

Menurut literatur sejarah, Jepang telah membangun banyak organisasi di Indonesia. Diantaranya kami jelaskan di bawah ini sebagai tambahan pengetahuan history untuk Anda, yaitu :

1. PETA

Tentara Sukarela Pembela Tanah Air yang disingkat Peta adalah organisasi militer yang dibentuk oleh Jepang. Kesatuan ini disahkan pada tanggal tanggal 3 Oktober 1943 sesuai perintah Osamu Seirei 44.

Di “Kawah Candradimuka” ini, para pemuda dilatih strategi perang. Mereka juga dipersenjatai secara lengkap. Setelah PETA bubar, para veteran-nya berhasil melakukan evolusi militerianistik di tanah air. Salah satunya adalah berhasil membentuk laskar TKR atau TRI yang kini berubah menjadi TNI.

2. Heiho

Heiho merupakan organisasi sub militer yang dibentuk Jepang di Indonesia pada tanggal 2 September 1942. Pembentukan ini didasarkan pada perintah Markas Besar Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.

Fungsi organisasi ini tidak di garis depan, tetapi membantu di garis belakang. Ada yang sebagai penyedia logistik hingga sebagai penjaga tahanan. Namun, pasca keterkepungan yang luar biasa, mereka juga didorong untuk ikut berperang.

Baca : Organisasi Sosial Kemasyarakatan Bentukan Jepang

3. Laskar Pelajar Gakukotai

Sebelum Jepang menyerah pada Sekutu di Perang Dunia Ke dua, pihak penguasa masih mendirikan organisasi pertahanan yang bernama Gakukotai. Para anggotanya diambil dari para pemuda terutama mahasiswa dan para pelajar.

4. Barisan Wanita Fujinkai

Pendirian organisasi di indonesia tidak hanya memfokuskan pada perkumpulan kaum pria saja. Kaum wanita juga difasilitasi oleh Jepang untuk berkumpul dan berorganisasi. Maka lahirlah organisasi Fujinkai.

Fujinkai adalah salah satu tenaga bantuan militer Jepang yang anggotanya perempuan 15 tahun ke atas. Organisasi ini dibangun semata untuk meningkatkan jumlah pasukan saja.

5. Barisan Pemuda Seinendan

Organisasi bentukan Jepang di Indonesia yang selanjutnya adalah Barisan Pemuda Seinendan. Organisasi ini cakupannya sangat luas hingga ke pelosok desa. Sedangkan anggotanya bercampur antara perempuan dan laki-laki.

Untuk organisasi ini, proses recruitment-nya cukup sistematis. Bahkan pihak Jepang juga mendirikan lembaga khusus untuk mendidik pengurus Seinendan. Dalam latihan ini, mereka juga dibekali teori kepemimpinan dan strategi perang.

6. Pusat Tenaga Rakyat (PUTRA)

Pusat Tenaga Rakyat atau Putra adalah organisasi bikinan Jepang yang tidak semata berasas senjata. Tetapi, anggotanya dipaksa untuk berpikir tentang strategi intelektual untuk mengalahkan Sekutu. Maka dari itu, para anggotanya banyak dari kalangan intelektual dan cendekiawan.

Misi utama dari organisasi ini adalah membujuk para profesional, nasionalis dan akademisi di kala itu untuk bersedia memberikan pemikiran cerdasnya tentang Perang Dunia Ke Dua.

7. Keibodan

Keibodan adalah organisasi Barisan Pembantu Polisi yang didirikan Jepang pada tanggal 29 April 1943. Anggota dari organisasi ini akan direkrut sebagai pembantu polisi Jepang di Indonesia. Organisasi ini dibangun di semua daerah. Di Sumatera disebut Bogodan sedangkan di Kalimantan disebut Hokokudan.

8. Jawa Hokokai

Organisasi bentukan Jepang yang terakhir adalah Jawa Hokokai. Pimpinan dari organisasi ini diambil dari Gunseikan yang salah satu penasehatnya adalah Ir. Soekarno. Anggota dari organisasi ini diambil dari organisasi profesi yang sudah ada, seperti PGI, HKI, HKP dan Fujinkai.

Demikian organisasi bentukan Jepang di Indonesia yang harus Anda ketahui. Dari sinilah, cikal bakal pengetahuan para pemuda tentang kepemimpinan, organisasi dan militer terbentuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *