Materi Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras Alam dan Buatan

By | Oktober 31, 2018

Apa itu kerajinan bahan keras? Kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Kerajinan dari bahan keras tentu jauh berbeda dengan kerajinan dari bahan lunak. Nah, pada saat ini saya akan menganalisis produk kerajinannya satu persatu.

Produk Kerajinan Bahan Keras Nusantara

Berikut ini ada beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Kerajinan Bahan Keras Alami

Terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah dan dapat ditemukan dilingkungan sekitar kita dan mempunyai kondisi fisik yang sangat keras, misalnya kayu, bambu, batu, dan rotan.

2. Kerajinan Bahan Keras Buatan

Yaitu kerajinan yang didapat dari bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan, misalnya berbagai jenis logam dan fiberglass.

Contoh kerajinan bahan keras sudah saya paparkan diatas yang dibagi dalam kategori bahan keras alami dan bahan keras buatan.

Mengidentifikasi Produk Kerajinan Dari Bahan Keras Nusantara

Aneka produk-produknya yaitu kerajinan bahan keras dari logam, kayu, bambu, rotan, batu dan kaca serat (Fiberglass).

Baca juga : Perencanaan Proses Produksi Kerajinan dari Bahan Keras

a. Dari Logam

Kerajinan logam menggunakan bahan logam, seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang digunakan menggunakan sistem cor, ukir, tempa, atau sesuai dengan bentuk yang dikehendaki. Bahan logam banyak digunakan sebagai perhiasan atau aksesoris.

Selain itu, bahan logam juga digunakan sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti gelas, lap lampu, wadah serbaguna, serta piala sebagai simbol kejuaraan. Sifat logam adalah keras sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, misalnya diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.

b.  Dari Kayu

Adalah kerajinan yang dikerjakan dari bahan kayu dan dibentuk menggunakan tatah kayu. Kerajinan bahan keras dari kayu ini bisa juga disebut sebagai kerajinan ukir kayu.

Kerajinan ukiran memang lebih banyak menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kerajinan bahan keras dari kayu ini biasanya menggunakan jenis kayu jati, mahoni, waru, sawo, dan nangka.

Baca juga:  Produk Kerajinan Ukir Kayu

c. Dari Bambu

Sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yang sederhana bahkan sampai yang paling rumit sekalipun. Saat ini produk kerajinan bambu tampil dengan desain yang lebih menarik dan bernilai estetis.

Pembuatan kerajinan ini menggunakan teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung. Produk anyaman Indonesia sangat terkenal di luar negeri dengan berbagai motif dan bentuk yang dikemas menarik.

d.  Dari Rotan

Rotan merupakan kekayaan alam yang sangat besar di indonesia, terutama di Pulau Kalimantan. Rotan bersifat kuat dan lentur sehingga sangat cocok dijadikan sebagai benda kerajinan dengan teknik anyaman.

Adapun contoh produksi kerajinan ini adalah meja dan kursi, lemari, serta tempat makan.

e. Dari Batu

Materi Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras Alam dan Buatan Nusantara dari Kayu beserta Jenis dan Tekniknya

Indonesia sangat kaya akan jenis bebatuan yang beraneka ragam. Banyak daerah di Indonesia menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan, seperti aksesoris pelengkap busana dan penghias benda.

Adapun jenis batu yang banyak digunakan untuk produk kerajinan adalah batu hitam yang keras dan batu padas berwarna putih atau cokelat yang lunak.

Teknik pengolahan batu hitam dan batu padas banyak menggunakan teknik pahat dan teknik ukir. Kerajinan batu banyak digunakan sebagai hiasan interior dan eksterior.

f. Dari Kaca Serat (Fiberglass) 

Kaca serat (fiberglass) adalah serat gelas berupa kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain, kemudian diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi.

Oleh karena itu, fiberglass sering digunakan sebagai badan mobil dan bangunan kapal. Selain itu, fiberglass juga digunakan sebagai agen penguat untuk banyak produk plastik.

Baca juga:  Wirausaha Kerajinan Bahan Keras Nusantara

Kerajinan fiberglass memerlukan beberapa campuran dalam proses pembuatannya.

Campuran fiberglass terdiri dari cairan resin (minyak resin bahan dasarnya minyak bumi dan residu), katalis, met atau serat fiber, poles atau sabun krim silikon untuk membuat cetakan, serta talk untuk memekatkan warna.

Dalam proses pembuatannya diperlukan perbandingan yang sesuai agar mendapatkan hasil yang baik. Apabila zat cair (resin dan katalis)  dicampur,  akan bereaksi dari cair menjadi padat dan keras serta berwarna bening mengkilap.

Contoh produk kerajinan dari bahan keras diatas sudah saya sebutkan dan jelaskan satu persatu dari mulai kerajinan bahan keras dari bahan logam sampai kerajinan bahan keras dari bahan fiberglass atau serat kaca.

Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Produk kerajinan dari bahan keras memiliki fungsi sebagai berikut.

a.  Benda pakai,  yaitu karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan kegunaannya, sedangkan unsur keindahannya hanya sebagai pendukung.

b.  Benda hias, yaitu karya kerajinan yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Produk kerajinan jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaannya.

Baca juga:  Macam, Fungsi dan Contoh Karya Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern

Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Berbagai produk kerajinan tidak bisa dipisahkan dari unsur seni dan keindahan. Sentuhan-sentuhan nilai seni sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis.

Aspek fungsi menempati porsi utama pada produk kerajinan sehingga karya kerajinan harus bernilai ergonomis yang mencakup kenyamanan, keamanan, dan keindahan (estetika).

Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Sejak dahulu kala, produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia sudah dikenal diluar negeri. Berbagai produk kerajinan yang berasal dari setiap daerah di Indonesia mempunyai motif dan ragam hias yang khas dan berbeda dengan daerah lainnya.

Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh dengan perlambangan dan juga nasihat.

Adapun beberapa daerah yang terkenal dengan ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan sebagainya. Kita hendaknya mengenal serta melestarikan motif dan ragam hias nusantara.

Baca juga:  Pengertian Desain Aplikasi Produk dalam Kerajinan Tekstil dan Pengemasannya

Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Berikut adalah beberapa teknik pembuatan kerajinan dari bahan keras alami dan buatan:

a.  Teknik Cor (Cetak Tuang) 

Teknik Cor telah ada sejak kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia. Terdapat beberapa benda kerajinan dari bahan perunggu, seperti kapak, bejana, dan perhiasan.

Berikut contoh teknik membuat kerajinan dari bahan keras (dalam hal ini logam) melalui teknik cor.

1) Teknik Tuang Berulang (Bivalve) 

Teknik semacam ini disebut teknik tuang berulang (bivalve) karena menggunakan 2 keping cetakan yang terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang-ulang sesuai kebutuhan. Teknik tuang berulang digunakan untuk mencetak benda-benda yang sifatnya sederhana, baik bentuk maupun hiasannya.

2)  Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdue) 

Teknik tuang sekali pakai dibuat pada benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik semacam ini diawali dengan tanah liat. Model tersebut dilapisi lilin dan ditutup lagi dengan tanah liat.

Setelah itu, benda dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga. Lalu, perunggu dituang ke dalamnya dan setelah dingin cetakan tanah liat bisa dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang dikehendaki.

Saat ini, banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. Sebagai contoh, kerajinan perak di Kotagede, Yogyakarta, serta kerajinan kuningan di Juwana dan Mojokerto.

Baca juga : Desain Kerajinan Tekstil Lengkap

b. Teknik Etsa

Etsa berasal dari bahasa Belkamu atau Jerman yaitu etch yang berarti memakan, berkorosi, atau berkarat. Benda-benda yang berasal dari logam dapat dietsa dengan merendam dalam larutan etsa (larutan asam). Untuk melindungi bagian yang tidak ingin teretsa oleh pengikisan larutan asam, seluruh permukaannya dilapisi dengan bahan penolak asam, yaitu resist atau bahan pelindung.

Adapun bagian-bagian yang ingin dietsa sesuai dengan desain dibiarkan terbuka dan terkena pengikisan asam. Secara perlahan-lahan, asam akan melarutkan dan mengikis tempat-tempat yang terbuka sampai tingkat yang diinginkan sehingga permukaannya turun sampai di bawah permukaan aslinya, sedangkan bagian logam yang dilindungi tetap utuh.

Beberapa larutan atau bahan kimia yang secara terpisah dapat menggigit, mencerna, dan melarutkan logam sangat bergantung pada jenis logam yang akan dietsa.

Larutan pengetsa terdiri dari larutan asam organik, asam mineral anorganik, ataupun campuran dari keduanya. Sebagian asam memiliki daya kikis yang sangat baik untuk jenis logam tertentu. Sementara sebagian asam lain ternyata hanya sedikit atau bahkan tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap logam-logam tertentu lainnya. Adapun kombinasi dari keduanya bisa melarutkan logam-logam di dalam larutan tersebut.

Berhasil tidaknya dalam kegiatan mengetsa ini bergantung pada pengendalian yang sangat hati- hati terhadap kekuatan larutan asam pengetsa, penerapan bahan penolak asam pada logamnya, cara dan keterampilan dalam membuat desainnya agar tetap terbuka melalui penggunaan resist (bahan pelindung), serta penghitungan waktu untuk pengukuran dan pengikisan asamnya.

c. Teknik Ukir

Karya ukir di Indonesia telah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu, banyak peralatan yang terbuat dari batu, seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda tersebut diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig-zag, dan segitiga.

Selain sebagai hiasan, pada umumnya ukiran-ukiran tersebut juga mengandung makna simbolis dan religius. Terdapat beberapa jenis ukiran, yaitu ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh.

d. Teknik Ukir Tekan

Teknik ukir tekan adalah teknik membuat hiasan di atas permukaan pelat logam tipis dengan ketebalan sekitar 0,2 mm untuk pelat logam kuningan, sedangkan untuk pelat logam tembaga sampai dengan 0,4 mm.

Alat yang sering digunakan untuk ukir tekan dibuat dari bahan tanduk sapi atau kerbau yang telah dibentuk sesuai kebutuhan ukir tekan. Apabila sulit mendapatkan tanduk, bisa menggunakan bambu ataupun kayu Cara menggunakan alat ukir tekan ini adalah dengan menekan permukaan benda kerja mengikuti bentuk sesuai motif dari gambar yang telah ditentukan.

Baca juga : Produk Kerajinan Tekstil Lengkap

e. Teknik Bubut

Untuk membubut diperlukan pahat bubut yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/menggaruk, dan membentuk benda. Teknik bubut akan menghasilkan karya kerajinan yang simetris, bulat, dan rapi, misalnya asbak kayu, vas bunga dari kayu, dan benda-benda mainan

f. Teknik Anyam

Anyaman adalah seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan menumpangtindihkan atau menyilang-nyilangkan bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman. Karya kerajinan dari bahan keras yang menggunakan teknik anyaman adalah bambu, rotan, dan plastik.

Demikianlah artikelnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *